Selasa, 19 November 2013

hakekat sholat

HAKIKAT SHOLAT...

9 Januari 2013 pukul 16:24
Mengapakah Subuh Dua roka`at, dhuhur 4 roka`at, ashar 4 roka`at, maghrib 3 roka`at, Isya` 4 roka`at ???

Total roka`atnya mengapakah 17 roka`at ????

Di dalam pembahasan ini, akan lebih banyak kita bahas masalah mengapakah Sholat-sholat yang diwajibkan pada kita jumlah roka`atnya tertentu. Tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambah.

Sebagaimana pada tersirat sholat bagian I, sudah saya sampaikan bahwa Sholat adalah wujud syukur yang sesuai dengan wujud manusianya.

Lihatlah wujud sholat.
Gerakan-gerakannya, hanya bisa dilakukan oleh manusia saja. Lain makhluk selain manusia adalah tidak pas atau tidak sempurna.

Lihatlah mulai tangan diangkat takbiratul ihram, kemudian tangan diletakkan didepan tubuh, kemudian rukuk, kemudian sujud, kemudian duduk tahiyat, dst,dst, semuanya adalah benar-benar sesuai dengan wujud manusianya.

Demikian pula sholat yang mesti dikerjakan, juga sesuai dengan wujud manusianya.
Wujud manusia umumnya kita pahami ada dua yaitu wujud jasmani dan wujud ruhani, maka sholat yang juga merupakan wujud syukur, merupakan ritual ibadah secara jasmani maupun ruhani.

Maka tidak bisa dikatakan sholat seseorang itu bila wujud syukur jasmaninya ditinggalkan, dan tidak bisa seseoragn itu dikatakan sholat seandainya wujud syukur ruhaninya ditinggalkan.

Maka perhatikanlah,"Inna sholata li dzikri", "sesungguhnya sholat adalah untuk mengingatku".
Seandainya seseorang mengerjakan sholat, tetapi di dalam sholatnya dia itu lalai, maka itupun tidak bisa dikatakan sholat, atau kalaupun bisa dikatakan sholat, tetapi adalah sholat yang diancam neraka weil dan diancam hanya mendapatkan capeknya saja.

"Fawailulil musholin aladzinahum anshola tihim sahun".

"Jaman nanti akan banyak umatku yang sholat tapi sebenarnya tidak sholat.........."

Maka jangan tertipu seandainya ada orang yang mengatakan dirinya adalah AHLI MAKRIFAT, MAKRIFATULLOH, atau AHLI HAKEKAT, kemudian secara jasmani dia tidak mengerjakan sholat, hanya dzikir saja cukup, maka batallah amalnya.
Dan sebaliknya, apabila kita sudah "mengerjakan" sholat, tetapi ingatan pada Alloh tidak kita laksanakan, atau kita lalai, maka batal pula amalan kita.

Sekali lagi, wujud sholat adalah wujud jasmani dan wujud ruhani, yang dua-duanya mesti kita kerjakan.

Maka melalui keterangan ini, kusampaikan bagi ahli Lahiriyah,
Belum tibakah waktu bagimu untuk lebih menekuni DZIKIRulloh yang lebih dapat menjagamu dari kelalaian akan ALLOH ??,
dan bagi ahli bathiniyah, belum tibakah waktu bagimu untuk mencontoh Muhammad, Uswatun Hasanah, sebagai titik sentral derajat manusia ???

"LAA SYARIATI FII HAQIQOTI BATIILAA ,
LAA HAQIQOTI FII SYARI`ATI ATIILAA"


MENGAPAKAH SHOLAT SHUBUH DUA ROKA`AT.

Prinsip awal atau keterangan awal, adalah,
Sholat sebagai perwujudan Syukur kita,
Shubuh, waktu bersyukurnya, berkaitan dengan rahasia-rahasia waktu Shubuh,
Du`a roka`at, adalah mensyukuri hal-hal yang bersifat dua.

Hal-hal yang bersifat dua ini apa saja ??

Adalah mensyukuri adanya Gelap dan Terang,
mensyukuri adanya Pria dan Wanita,
mensyukuri adanya Benar dan Salah,
mensyukuri adanya Hidup dan Mati,
mensyukuri adanya Siang dan Malam,
mensyukuri adanya Baik dan Buruk,
mensyukuri adanya Dosa dan Pahala,
mensyukuri adanya Sorga dan Neraka,
dan hal-hal lain yang bersifat hanya Du`a, yang ada di dunia ini.

"La in syakartum la adzidanakum"

Maka seandainya sesuatu itu kamu syukuri, akan Kutambah nikmatKu padamu.

Sesuatu yang baik kita syukuri, maka nikmat kita akan ditambah dalam bentuk ditambah nikmat yang baik.
Sesuatu yang tidak baik itu kita syuluri, maka nikmat kita akan ditambah dalam bentuk kita dijauhkan dari sesuatu yang tidak baik.

Maka pahamilah ini dengan sebenar-benarnya.

Maka kusampaikan sedikit rahasia dari Surat yang pertama kali turun dan sedikit rahasia dari Muhammad Nabi junjungan kita.

Jika engkau tahu hari lahir Junjungan kita, maka hari apakah beliau dilahirkan ????

ISNEN,
tahukah engkau arti dari ISNEN ???
Ahad adalah satu,
Isnen adalah dua,
Tsalasa adalah tiga,
dst.....

Maka tahukah engkau bahwa hari kelahiran Nabi kita adalah hari DUA ????

Yang berarti sholat Shubuh kita yang DUA roka`at sebenarnya adalah juga mensyukuri hari kelahiran Nabi kita yang DUA ???

Maka lihatlah dengan teliti dan seksama surat al-alaq yang pertama kali diturunkan ke Nabi kita.

Ada berapa kalikah disebutkan IQRO ?????
Ada berapa kalikah disebutkan KHOLAQ ???
Ada berapa kalikah disebutkan kata INSAN ???
Ada berapa kalikah disebutkan kata ROBBU ???
Ada berapa kalikah disebutkan kata ALAM ???

tidak sadarkah engkau akan rahasia DUA-DUA ini ???

Sungguh engkau bukan termasuk orang yang mau berpikir.



"Inna sholata li dzikri"
"Sesungguhnya sholat itu untuk Dzikri kepadaKU"

atau

"Sesungguhnya sholat itu adalah wujud DZIKIR",

Maka perhatikanlah tegaknya orang saat menjalankan sholat,
tampakkah olehmu, huruf ALIF ada di situ ???
dan ketika orang sedang rukuk di dalam sholat,
tampakkah olehmu huruf LAM ada di situ ???
maka gerakan selanjutnya,
tampakkah olehmu ada huruf LAM di situ,
dan kemudian saat sujud,
tampakkah olehmu ada huruf HA di situ,

maka tahulah engkau bahwa gerakan-gerakan sholat pun membentuk huruf-huruf Alif.Lam.Lam. Ha, atau Alloh, Alloh, Alloh.

Bagaimanakah dapat dikatakan orang yang tidak mengerjakan sholat secara jasmani itu berdzikir kepada Alloh ?????
Dan bagaimana bisa orang yang sholat hanya sebatas gerakkannya tapi hatinya tidak berdzikir kepada Alloh bisa dikatakan sholat ???

Maka lihatlah dengan seksama wujud gerakan-gerakan di dalam sholat, jasmani kita berdzikir ALLOH...ALLLOH...ALLLOH......


Mengapakah DHUHUR diwajibkan adalah empat roka`at ??

tahukah engkau perlambang SIANG tengah hari atau waktu DHUHUR ini ??

inilah perlambang Kemudaan manusia di dunia,
Kejayaan tubuh fisik jasad manusia,

Maka diperintahkan oleh Alloh sholat DHUHUR 4 roka`at, yaitu mensyukuri hal-hal yang bersifat 4, terutama sekali adalah 4-nya unsur-unsur pembentuk jasmani.
Apakah unsur-unsur itu ???
1. Unsur tin, atau tanah.
mensyukuri wujud dijadikannya manusia dari unsur tanah.
2. Unsur thurob, tanah campur air,
Mensyukuri wujud dijadikannya manusia itu dari unsur airnya.
3. Unsur udara,
Mensyukuri wujud dijadikannya manusia itu dari unsur udara,
4. dan Unsur Api, atau panas tubuh, yaitu mensyukuri wujud dijadikannya manusia dari 4 unsur tersebut.

Dimaksudkan bahwa seandainya sholat DHUHUR kita lakukan, maka pengendalian WUjud jasmani manusia yang terdiri dari 4 unsur-unsur pembentuknya itu, dapat dikendalikan oleh ruhaniyah kita, sehiungga, meskipun waktu DHUHUR adalah waktu kejayaan dari Jasmani, maka Jasmani tetap mau untuk tunduk pada perintah ruhani dan tidak menghambat seandainya ruhani menginginkan mendekatkan diri pada Tuhan.

Banyak hal-hal yang bersifat 4, yang juga masuk disyukuri di dalam pelaksanaan sholat.

Beberapa hal yang bersifat 4 ini bisa anda baca dengan seksama di puisi dari Syech Abdul Jalil atau Datuk sanggul, yang sudah saya parafrasekan dalam SARABA AMPAT, atau Serba Empat.


Setelah kuterangkan bahwa wujud jasmani manusia itu terdiri dari 4 unsur pembentuknya, maka perhatiaknlah bhwa sholat merupakan wujud syukur dari jasmani.
Gerakan-gakan di dalam sholat adalah merupakan perwujudan syukur dari jasmani.

Maka pikirkanlah dan perhatikanlah, pada saat seseorang itu mengerjakan sholat dalam posisi berdiri, maka itulah perwujudan syukur akan unsur kita dijadikan dari unsur api.
Api yang memiliki ciri atau sifat selalu bergerak ke atas, seperti seorang yang berdiri tegak.

Maka ketika engkau rukuk, maka itulah perwujudan syukur dari unsur pembentuk jasmanimu yaitu udara, yang ditunjukkan dengan rukuk dengan punggung kita sejajar.
Bukankah angin atau udara itu sebenarnya mendatar atau sejajar ???

Dan kemudian dari rukuk menuju sujud, maka perhatikanlah bahwa bukankah itu seperti gerakan sebuah air yang mengalir dari atas turun ke bawah. Itulah perwujudan dari wujud syukur kita terhadap unsur pembentuk jasmani kita dari air.

Dan kemudian duduk di tahiyat ataupun sujud, merupakan perwujudan kita mensyukuri diri kita dari unsur tanah, yang diam, tenang, tak bergerak, `tumakninah`"

Maka bagaimana mungkin engkau wahai ahli batiniyah meninggalkan sholat dari wujud gerak atau jasmaninya ???

Sama artinya engkau tidak mensyukuri wujud jasmanimu sendiri, selama ada di dunia, selama itu pula engkau akan bersama jasmanimu.



Sholat ASHAR dikerjakan 4 roka`at.

Sebagaimana di posting-an yang sudah lalu, maka Wujud Jasmani kita dengan perlambang dari waktu Ashar ini adalah waktu yang akan terbenam, waktu yang akan pisah antara jasmani dan ruhani.

Maka Syukur kita akan hal yang empat, sebagaimana alasan atau sebab syukur kita pada saat sholat Dhuhur, yaitu syukur kita akan karunia Jasmani kita yang dari 4 unsur itu, air, tanah, api, udara.

Dengan pemahaman bahwa selama kita hidup, Jasmani ini sudah bermanfaat sangatlah banyak. Dan sebentar lagi kita mati, maka, mestilah kita bersyukur bahwa kita diberikan rohmat yang berupa jasmani itu.

Maka nanti, ketika Jasmani sudah pisah dengan Ruhani, kita sudah mensyukuri bahwa kita pernah dipinjami jasmani oleh Alloh Yang Maha Kuasa.

Di dalam sholat Ashar inilah, perlambang kita sudah mempersiapkan diri lebih intensif untuk menjelang kematian.


Sholat Maghrib 3 Roka`at.

Sholat Maghrib 3 roka`at, inilah Sholat mensyukuri sebagai perlambang pisahnya Jasmani dan Ruhani, yang pada saat itulah pembatas dari alam dunia ini ke alam akherat.

Sholat Maghrib adalah wujud ibadah dimana kita mensyukuri hal-hal yang bersifat 3.

Ujian di dunia ini ada tiga,
Tahta, harta, wanita bagi pria/pria bagi wanita.
Ujian mati itu ada tiga,
Ilmu yang bermanfaat, Amal Jariyah, dan anak yang sholeh.

Untuk masalah tiga ujian dunia dan tiga ujian akherat ini sudah saya terangkan di Tersirat Wudhu.

Tiga hal yang lainnya, adalah Lakon kita di dunia ini.
Yaitu Lakon LAHIR, Lakon Hidup di dunia, dan Lakon MATI.

Tiga hal ini juga kita syukuri.

Tiga hal ini merupakan titik sentral patok atau acuan manusia di dunia. LAHIR, HIDUP dan MATI.

Tiga wujud manusia juga termasuk hal yang kita syukuri.
Wujud Jasmani, Wujud Ruhani (ruh Idhofiah), dan wujud RUH KETUHANAN.

Maghrib adalah batas ambang antara hidup dan mati,
batas ambang antara SIANG dan MALAM,
batas ambang antara Jasmani dan Ruhani.


Sholat Isya` 4 roka`at.

Sholat Isya 4 roka`at, adalah sholat di waktu Isya` / malam, sebanyak 4 roka`at, yaitu mensyukuri hal-hal yang bersifat 4 di masalah Ruhani.
Perlambang malam adalah perlambang Ruhani.

Maka 4 hal apakah yang berhubungan dengan masalah Ruhani.
Yaitu Ruhani dari alam malakut, atau Alam arwah, atau alam akherat.
Yang kedua adalah Ruh ketuhanan yang diistilahkan Wahidiyah, kemudian Ruh ketuhanan yang diistilahkan Wahdah, kemudian Ruh ketuhanan yang diistilahkan Ahadiyah.

Saya tidak akan menerangkan lebih jauh masalah Ruh ini, sebagaimana firman Alloh, "seandainya ada yang bertanya kepadamu Muhammad tentang Ruh, Qul Ruhi min Amri Robi", "katakanlah bahwa Ruh itu adalah perintahKu atau Urusanku"

Ini adalah sesuatu yang sulit, rumit dan mestilah anda menempuhnya secara praktek yaitu melalui jalan Tassawuf.

sementara itu dulu.




Sholat Malam atau Sholat Lail jam 12.00.

Adalah sholat Malam bagian 1/3 malam yang pertama.

Adalah kelanjutan atau penegasan akan wujud syukur kita akan masalah Ruhaniyah, dari sholat Isya`.
yaitu mensyukuri WAHIDIYAH.

sekali lagi, maafkan saya apabila tidak saya terangkan lebih jauh tentang Wahidiyah ini.

Sholat Lail di 1/3 malam kedua, yaitu jam 3 pagi adalah wujud syukur kita akan Ahadiyah.

Sholat Lail di 1/3 malam bagian ketiga, adalah di waktu Fajar Shodiq yaitu sebelum waktu Shubuh, itulah kelahirang nabi Muhammad, itulah mensyukuri Wahdah.

Sedikit keterangan tentang Ahadiyah, Wahdah, Wahidiyah, adalah kata ganti dari ALLOH itu sendiri, yang di dalam pemahaman martabat tujuh, merupakan MARTABAT, atau diistilahkan MARTABAT.

Yaitu dikatakan MARTABAT Ahadiyah, Martabat Wahdah, dan Martabat Wahidiyah.

Secara komplit Martabat tujuh itu sbb:
1. Ahadiyah.
2. Wahdah.
3. Wahidiyah.
4. Alam arwah/alam Malakut/ alam akherat.
5. Alam Mitsal
6. Alam Ajsam
7. Insan Kamil

sementara itu dulu akan saya sampaikan di lain kesempatan tentang martabat 7.

Alhamdulillah,
segala puji dan puja hanya pantas bagi Pemilik segala rahasia,
Yang menyingkapkan rahasiaNya, dan yang Menghijabi rahasiaNya,
melalui kelembutan dan keMaha Perkasaan,
yang melalui keJelasan dan keSamaranNya.

Syukur pula kupanjatkan pada Nabi Muhammad SAW, penghulu para Nabi, pimpinan manusia yang terdahulu dan terkemudian.

Syukur pula pada sang Guru yang senantiasa memberikan siraman air yang segar.

Pada akhirnya kini, akan kuselesaikan keterangan tentang Sholat , lakukan gerakan sholat seperti sunnah Nabi, mensyukuri wujud ruhani adalah dzikir dan mensyukuri wujud ruh ketuhanan adalah tauhid.

Pada keterangan di penghujung ini, akan saya berikan keterangan yang membedakan, apakah sesuatu itu memiliki NILAI IBADAH, ataukan hanya ADAT atau KEBIASAAN saja, hanya TAMPAKnya saja, atau hanya GAMBARnya saja sebagai GAMBAR IBADAH. Maka ingatlah sabda Nabi,"Innamal a`malu bi niat", "sesungguhnya amal itu bersama niat". Maka yang membedakan sesuatu itu termasuk IBADAH atau hanya TAMPAKnya saja ibadah, adalah NIATnya.Apabila NIATnya :"Semata-mata menjalankan PERINTAH ALLOH", maka semua apa yang kita lakukan adalah Ibadah. dan sebaliknya, seandainya niat kita ternyata adalah selain itu, maka meskipun wujudnya, atau gambarnya atau tampaknya ibadah, tetapi NILAI Ibadahnya adalah tidak ada. Syahadat adalah bentuk Ibadah,Sholat adalah bentuk Ibadah,Puasa adalah bentuk ibadah,Zakat adalah bentuk Ibadah,Haji adalah bentuk Ibadah, Tetapi seandainya bentuk-bentuk Ibadah tersebut tidak kita niatkan"SEMATA-MATA karena MENJALANKAN PERINTAH ALLOH", maka apa-apa yang kita kerjakan hanyalah BENTUKnya saja, hanyalah GAMBARnya saja, hanyalah TAMPILANnnya, tidak ada nilai ibadahnya saja. atau KOSONG MELOMPONG.
Maka ingatlah sabda Nabi,Qola Rosululloh SAW,"Nanti akan banyak umatku yang sholat tapi sebenarnya tidak sholat,Puasa tapi sebenarnya tidak puasa melainkan hanya mendapaqtkan lapar dan dahaga saja" Inilah yang diancam oleh Alloh "Neraka weil", diterangkan dalam ayat,"Fawailulil musholin", "Neraka weil bagi orang yang sholat"
Dan Perhatikanlah,Makan diperintahkan oleh Alloh di Qur`an, minumpun juga diperintahkan oleh Alloh di Qur`an, ( "Qullu wa asrobu","makanlah dan minumlah").Tetapi apabila kita makan dan minum karena lapar dan haus, dan TIDAK DISADARI atau DINIATKAN bahwa makan dan mimum kita adalah karena menjalankan PERINTAH ALLOH, maka itu hanyalah makan dan minum karena kebiasaan, karena ADAT saja. Kosong dari nilai ibadah. Tetapi apabila kita niatkan SEMATA-MATA karena MENJALANKAN PERINTAH ALLOH, maka makan dan minum kita akan menjadi IBADAH atau memiliki NILAI IBADAH. Maka jagalah, dan perhatikanlah masalah NIAT,letakkan kesadaran pada SEMATA-MATA MENJALANKAN PERINTAH ALLOH.bukan yang lainnya.
"Sesungguhnya Nabi Muhammad, sedetikpun tidak pernah pututs hubungannya dengan Alloh SWT"

Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi,

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar